Monday, 26 June 2017
Saturday, 01 October 2011 06:18

Written by  mh
Rate this item
(3 votes)

Generasi muda Indonesia dalam belajar membatik begitu antusias. Ada siswa-siswi SLTA dan ada juga Masiswa-mahasiswi perguruan tinggi dari Jakarta pada mencoba mempraktekan membatik. Karla, Fisip – Universitas Indonesia dan Saras, Ekonomi – Trisakti, dengan lihainya memainkan canting batik pada kain yang sudah dipersiapkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogyakarta, dalam acara World Batik Summit (WBS) di Jakarta Convention Center, 30/9/2011.

Pameran 28/9 – 2/10/2011 dengan tema "Indonesia: Global Home of Batik" yang diikuti oleh 1000 delegasi nasional dan internasional, ini dimanfaatkan betul oleh delegasi Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta. Di ruang stand pamerannya, dibuka workshop bimbingan belajar membatik, “kegiatan ini adalah workshop untuk anak-anak sekolah generasi penerus, supaya budaya batik ini ada kesinambungannya, tidak hanya putus digenerasi yang dahulu. Karena batik adalah warisan budaya indonesia, oleh karena itu perlu kita lestarikan. Jadi generasi penerus harus memahami masalah batik ini”, ungkap Bambang Moyoretno, Fungsional Perekayasa Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta.

Lanjut Bambang, “Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogjakarta, di World Batik Summit 2011 ini berkepentingan untuk mensosialisasikan batik ini sebagai warisan budaya untuk generasi penerus. Karena batik adalah karya seni adiluhung. Jadi ada disitu pesan-pesan moral dalam batik. Sebetulnya yang mau kita lestarikan batik, supaya karena batik itu adalah karya seni lukis untuk busana, sehingga lukisan itu adalah menuangkan imajinasi ke dalam bentuk gambar dengan proses batik untuk busana, sehingga ada filosofinya disitu. Filosofinya adalah pesan-pesan moral, seperti batik-batik tradisional. Bukan bertarti motif itu hanya terbatas pada motif-motif tradisional, tapi kita harapkan juga generasi penerus ini, dizamannya punya pesan-pesan moral yang akan disampaikan”.

 

Saras, Mahasiswi Ekonomi, Trisakti Jakarta, dan Karla, dari Fisip, Universitas Indonesia, lagi dalam bimbingan membatik di workshop Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta, di acara World Batik Summit 2011 Jakarta Convention Center.

 

Karla, dari Fisip, Universitas Indonesia, sebagai generasi penerus, lagi tekun belajar membatik.

 

Saras, Mahasiswi Ekonomi, Trisakti Jakarta dan Bambang Moyoretno, Fungsional Perekayasa Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta

 

Aina (kiri) dan Dinda (kanan) lagi belajar membatik dalam bimbingan Gamal BYA (Fungsional Instruktur Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta) di JCC

 

Last modified on Saturday, 01 October 2011 07:06
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner