Friday, 23 June 2017
ModeScreen1
ModeScreen1

ModeScreen1 (9)

Saturday, 01 October 2011 06:18

Written by mh

Generasi muda Indonesia dalam belajar membatik begitu antusias. Ada siswa-siswi SLTA dan ada juga Masiswa-mahasiswi perguruan tinggi dari Jakarta pada mencoba mempraktekan membatik. Karla, Fisip – Universitas Indonesia dan Saras, Ekonomi – Trisakti, dengan lihainya memainkan canting batik pada kain yang sudah dipersiapkan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogyakarta, dalam acara World Batik Summit (WBS) di Jakarta Convention Center, 30/9/2011.

Pameran 28/9 – 2/10/2011 dengan tema "Indonesia: Global Home of Batik" yang diikuti oleh 1000 delegasi nasional dan internasional, ini dimanfaatkan betul oleh delegasi Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta. Di ruang stand pamerannya, dibuka workshop bimbingan belajar membatik, “kegiatan ini adalah workshop untuk anak-anak sekolah generasi penerus, supaya budaya batik ini ada kesinambungannya, tidak hanya putus digenerasi yang dahulu. Karena batik adalah warisan budaya indonesia, oleh karena itu perlu kita lestarikan. Jadi generasi penerus harus memahami masalah batik ini”, ungkap Bambang Moyoretno, Fungsional Perekayasa Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta.

Lanjut Bambang, “Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogjakarta, di World Batik Summit 2011 ini berkepentingan untuk mensosialisasikan batik ini sebagai warisan budaya untuk generasi penerus. Karena batik adalah karya seni adiluhung. Jadi ada disitu pesan-pesan moral dalam batik. Sebetulnya yang mau kita lestarikan batik, supaya karena batik itu adalah karya seni lukis untuk busana, sehingga lukisan itu adalah menuangkan imajinasi ke dalam bentuk gambar dengan proses batik untuk busana, sehingga ada filosofinya disitu. Filosofinya adalah pesan-pesan moral, seperti batik-batik tradisional. Bukan bertarti motif itu hanya terbatas pada motif-motif tradisional, tapi kita harapkan juga generasi penerus ini, dizamannya punya pesan-pesan moral yang akan disampaikan”.

 

Saras, Mahasiswi Ekonomi, Trisakti Jakarta, dan Karla, dari Fisip, Universitas Indonesia, lagi dalam bimbingan membatik di workshop Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta, di acara World Batik Summit 2011 Jakarta Convention Center.

 

Karla, dari Fisip, Universitas Indonesia, sebagai generasi penerus, lagi tekun belajar membatik.

 

Saras, Mahasiswi Ekonomi, Trisakti Jakarta dan Bambang Moyoretno, Fungsional Perekayasa Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta

 

Aina (kiri) dan Dinda (kanan) lagi belajar membatik dalam bimbingan Gamal BYA (Fungsional Instruktur Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jogyakarta) di JCC

 

Saturday, 24 September 2011 03:13

Written by mh

Superdry, di musim dingin 2011 ini, mengeluarkan tren mode terbarunya untuk para pria metropolis. Tema yang diusung adalah “Modern Rock” dengan gaya pria macho mengenakan pakaian serba menghangatkan badan. Launching-nya ini berlangsung dalam acara ‘Men’s Fashion Week’ yang diselenggarakan Plaza Indonesia, Jakarta, 20/9/2011.

Koleksi busana Superdry yang menghadirkan koleksi kasual ready-to-wear untuk kaum pria metropolis, dikeluarkan dengan pilihan beragam warna. Diwujudkan pada padanan jaket parasut beraksen bulu, jaket berlapis wall, celana denim, kaus tebal dengan padu padan kemeja, ditambah syal dan kacamata sebagai asesoris dalam pelengkap gayanya itu. (Muhtar Holil)

 

 

 

Friday, 23 September 2011 07:18

Keunikan Busana Padupadan ala The Goods Dept

Written by mh

‘Geeks and Freaks’, itulah tema yang diusung oleh The Goods Dept dalam mengeluarkan tren busananya untuk tahun ini yang digelar dalam “Men’s Fashion Week”, yang diselengarakan Plaza Indonesia, mal terkemuka di Indonesia, 20/9/2011.

Koleksi The Goods Dept memperlihatkan koleksi pria, baik dari yang telah tersedia saat ini hingga snap preview untuk koleksi berikutnya. Dalam tema tren modenya ini, mengingatkan kita kepada masa krisis identitas dimasa sekolah, yang akhirnya menjadi keunikan diri kita dikemudian hari. Tampilan mode show-nya ini terinspirasi dari keunikan masa itu. Dan keunikan lainnya, The Goods Dept tidak hanya menampilkan satu brand saja untuk masing-masing model, melainkan hadir dengan memadumadankan 41 brand dalam satu tampilan, sehingga mampu menghasilkan gaya yang mewakili keunikan individu tersebut.

 

 

 

 

Thursday, 18 August 2011 16:45

Fashion Show Memeriahkan Hari Raya Kemerdekaan RI

Written by mh

May and June adalah second line dari Alleira Batik Indonesia yang tetap bermain di print textile namun untuk textile non batik, sifatnya lebih ready to wear. May and June memberikan support berupa busana casual dan sunny dress untuk show lounching premium collections shoes brand Kloom di event bazaar hari raya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2011 di Grand Indonesia.

May and June menampilkan 5 busana cantik yang serasi dengan animo maupun gaya hidup wanita masa kini, elegan, contemporary, inovatif dan fashionable. Warna-warna cerah dengan aksen warna kontras tampil mendominasi koleksi yang terlihat istimewa berkat kolaborasi harmonis antara corak dan permainan warna.

Koleksi busana May and June, yang mudah dipadupadankan dan berdaya pakai tinggi, diantaranya adalah busana dengan pola yang terlihat manis ini memberikan ruang bagian betis dan kaki, untuk memberikan sikap percaya diri pada setiap wanita yang lebih berani dalam melangkah dan meraih masa depan. Hal ini bisa tercermin sesuai dengan 'spirit' yang diusung oleh May and June, koleksi busanyanya ditujukan untuk wanita modern yang stylish, berwawasan luas, mandiri, dinamis, memiliki gaya hidup masa kini, elegan dan berkelas namun rileks, serta wanita atraktif yang sangat menikmati hidupnya.

 

 

Sementara Kloom Shoes dalam fashion show-nya ini, menampilkan 10 koleksi karya terbaiknya dengan warna cerah yang diusungnya.

 

 

 

Acara bazaar dengan tema Rayakan Indonesia, Warna Warni Budaya Dalam Semangat Kebudayaan, ini dihadiri oleh para tamu undangan yang terdiri dari pajabat pemerintahan, pengusaha, profesional, sosialita dan masyarakat umum.

 

 

 

 

Tuesday, 16 August 2011 02:32

Written by hj

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Alila Hotel Jakarta dan d’Kayla menggelar acara Fashion Show dengan tema “Go Green Fashion Show.” Acara fashion show ini diadakan pada hari Rabu, 10 Agustus 2011 di Swimming Pool Alila Jakarta pada pukul 19.00WIB. Acara ini dibuka oleh istri Duta Besar dari Algeria, Mrs. Belarbi Zakia.

 

Mengangkat tema “Go Green Fashion Show”, acara ini merupakan bentuk apresiasi akan kebanggaan masyarakat Indonesia khususnya pecinta fashion akan pelestarian dari kebudayaan Indonesia dimana dalam fashion show ini menampilkan 32 exclusive batik design.

Seiring pesatnya perkembangan dunia fashion, batik tidak hanya dikhususkan bagi golongan ataupun usia tertentu, melalui pemilihan desain dan material yang tepat, batik bisa dipakai oleh semua jenis kalangan mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa baik pria maupun wanita.

Ditambahkan oleh Heni Juniarti selaku Public Relations Manager Alila Jakarta “Salah satu bentuk ucapan terima kasih kita sebagai generasi penerus bangsa dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia adalah dengan turut melestarikan kebudayaan Bangsa Indonesia yakni dengan menjadikan batik sebagai signature style.“

 

 

 

Saturday, 13 August 2011 16:08

Indonesia Islamic Fashion Fair 2011

Written by niken

Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2011 dengan tema Fashion & Tourism Extravaganza, kembali diselenggarakan di pusat perbelanjaan terbesar dikawasan Jakarta Barat, Central Park Mall, 11 Agustus – 11 September 2011. Acara dibawah naungan Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFFC) bersama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

 

 

Acara pembukaan pameran fesyen muslim bertaraf internasional pada hari kamis, 11 Agustus 2011 ini ditandai dengan penabuhan gendering bersama antara Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady dengan Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Sapta Nirwandar. Dihadiri oleh Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI), Pengamat mode, Pemerintah Daerah Jakarta Barat, Praktisi industri mode, dan lainnya.

 

 

Lebih dari 20 perancang busana muslim terkemuka turut meramaikan IIFF 2011 antara lain Dian Pelangi, Defrico Audy, Hengky Kawilarang, Irna Mutiara, Jeany Ang, Merry Pramono, Malik Moestaram, Stephanus Hammy, Sofie dan Shafira.

Selain menggelar panggung peragaan busana, IIFF 2011 menawarkan dua hal baru untuk mempertajam stategi promosi Indonesia menuju cita-cita sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Pertama, digelarnya kontes kecantikan secara online pertama di dunia “Muslimah Beauty 2011”. Kedua, penganugerahan IIFC Top Designer’s Award kepada perancang busana yang berprestasi dalam bidang pengolahan brand, gaya fesyen serta kemampuan membaca selera pasar.

“Tidak bisa dipungkiri kondisi persaingan di industri fesyen muslim mulai menggeliat sejak Indonesia dicanangkan sebagai kiblat fesyen Muslim Dunia melalui IIFF tahun lalu. Bagaikan sebuah inspirasi, sejumlah negara yang lebih dahulu eksis di dunia fesyen global mulai menggarap serius potensi pasar yang besar ini”, jelas Eka Shanty, Direktur IIFC. Oleh karenanya diperlukan strategi promosi yang berdampak luas seperti digital marketing melalui jejaring social media agar seluruh kegiatan IIFF dapat langsung diakses oleh para pecinta fesyen muslim dimanapun mereka berada, tambah Eka.

Deputi Menko Perekonomian RI Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady, mengatakan; “kegiatan ini diharapkan akan lebih memacu tumbuhnya berbagai industri kreatif berbasis seni. Pada gilirannya, perekonomian industri akan mengalami percepatan pertumbuhan, dengan pilar yang makin kokoh. Karena ribuan ide kreatif telah muncul dari kearifan lokal di berbagai daerah yang kemudian berkembang menjadi daya tarik unggulan masing-masing daerah”.

Bagi konsumen yang berkunjung ke IIFF 2011 tersedia pilihan busana lebaran karya perancang terkenal serta kesempatan menikmati diskon dan Midnight Sale diacara Shopping Marathon Hourly Price pada 19 - 21 Agustus 2011. (Karyati Niken)

 

 

 

 

 

Sunday, 03 July 2011 12:02

bebe Summer 2011 Collection

Written by Administrator

Black of Sweet:

Salah satu fashion item yang wajib dimiliki wanita adalah black dress. Beragam kesan bisa didapat dari busana warna hitam, tinggal tergantung rancangan dan aplikasinya. Untuk tampilan simple-seksi, kerchief dress berpotongan dada rendah ini bisa dipilih. Agar terlihat lebih ‘manis’ aplikasi ruffles di dada adalah solusinya.

 

Sunday, 03 July 2011 11:57

bebe Summer 2011 Collection

Written by Administrator

FLOWER POWER:

Flower print dress berpotongan mini  dengan aksen pita di pinggang, tas dan sepatu putih menyemarakkan koleksi bebe di musim panas ini.

Sunday, 03 July 2011 03:18

bebe Summer 2011 Collection

Written by Administrator

HOT RED:

Cut out, drapery, dan potongan asimetri pada terusan warna merah menjadi kekuatan pada dress ini. Kesan seksi terpancar kuat olehnya.

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner